Keinginan kuat para mudikers untuk berhari raya di kampung halaman sudah terlaksana. Tiba saatnya kembali ke kota2 besar khususnya Jakarta. Kembali giat bekerja mengumpulkan pundi2 rupiah untuk mengganti pengeluaran yg habis2an di kampung halaman. Tidak aneh sebenarnya karena hal tersebut berkaitan dengan perasaan yg kita kenal dgn istilah "PULANG". Pulang ke kampung halaman dilanjutkan dgn pulang ke tempat perantauan. Lalu terkait pula dgn istilah "RUMAH". Yg satu ini tergantung dimana hati berlabuh. Kalo pelabuhannya di kampung halaman ya berarti mereka pergi dari rumah. Tapi kalo pelabuhannya di perantauan ya itu mereka pulang ke perantauan yg sudah jadi rumah. Ini yg akan menjadi menarik karena untuk pulang akan ada yg ikut pergi. Apakah itu? Para tetangga, saudara, teman, kerabat yg ikutan "pergi" dari kampung untuk mengadu nasib di kota2. Cerita keberhasilan di kota atau fantasi sukses yg mungkin semu dari para urbaners menyilaukan lingkungan kampung halaman utk ikut mengadu mimpi di kota. Secara kebetulan atau tidak, tepat sebelum hari raya ratusan ribu lulusan sekolah menengah atas atau kejuruan tidak beruntung untuk meneruskan ke perguruan tinggi. Maka ajakan bekerja atau cerita indah bekerja di kota jadi harapan para anak muda ini. Alhasil seperti laron melihat petromax beterbanganlah para anak muda ini menembus kemacetan jalan arus balik ke kota besar seperti Jakarta.
Ungkapan Mas turun setelah lebaran akan menjadi sebuah sindiran kepada anak2 muda ini (termasuk juga mba sih) yg turun di stasiun2 kereta di Jakarta atau terminal bis antar kota seperti pulo gadung atau kp rambutan. Bahkan diantaranya ada yg sama sekali tidak tahu harus kemana di Jakarta dan akhirnya jadi korban kejahatan ibu kota seperti dirampok, ditipu bahkan diperkosa (dulu sih korbannya wanita). Tragis dan menyedihkan. Apa sih yg membuat mereka senekat itu? Tentu kita akan berkata karena kebutuhan utk hidup. Bekerja sudah menjadi keharusan setiap manusia. Butuh uang buat memenuhi kebutuhan dasar. Dll. Masalahnya adalah apakah para angkatan kerja muda ini dibekali dengan informasi yg cukup. Mungkin mereka punya keahlian. Mungkin juga punya koneksi sehingga bisa kerja di pabrik2 seputaran Jakarta dgn UMR yg cukup saja buat hidup di kota besar (kan Upah MINIMUM). Kerja keras membanting tulang (ga mungkin banting daging karena mahal).
Seandainya saja seperti teman2 yg sukses di arena bisnis jaringan seperti pelaku bisnis MLM, Asuransi Jiwa dan Marketing Property. Atau pemilik bisnis Online berkampanye besar2an memperkenalkan bisnis yg menggiurkan (seperti kisah mba Merry Riana yg sudah diangkat ke layar lebar, atau pengalaman Mr Robert Angkasa yg menggawangi MLM Amway) pasti anak2 muda ini lebih punya banyak pilihan. Seorang teman saya di industri MLM sudah memiliki beberapa rumah cukup mewah (bukan RS apa lagi RSS) serta Mobil berlambang bintang dalam lingkaran saat dia masih kuliah. Dimana saat yg sama teman2 seangkatannya masih naik bis dgn merk yg sama dgn seri 350(pintu 3,50 orang penumpang). Mungkin yg harus dilakukan baik para Youngers pencari kerja atau kita yg sudah lebih senior dan punya anak, tetangga, ponakan, anak teman atau mentee (org yg kita mentori) ada baiknya mencari tahu informasi seputaran dunia networking ini. Pelajari dgn baik. Sehingga bisa memulainya sedari muda. Siapa tahu anda atau kenalan anda akan menjadi bintang berikutnya setelah Merry Riana misalnya. Informasi aja..kalo kita sering berkeinginan punya mobil dan ikutan kirim2 bungkus kopi, minuman atau sabun, dalam industri networking anda kerjakan secara konsisten selama 3 tahun minimal anda akan dapatkan sebuah mobil seribu umat yg banyak berseliweran. Mudah2an anda tertarik dan segera menghubungi saya..hehehehe..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar